Wednesday, 13 February 2013

Batu Permata Kalimaya, Lebak, Terbaik di Dunia


Batu permata kalimaya Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini terbaik di dunia. Batu permata asal Lebak ini unggul karena memiliki aneka warna yang bagus dibandingkan dari Australia atau Amerika Latin.
“Selama ini permintaan batu kalimaya, baik domistik maupun mancanegara cukup tinggi,” kata Nong, seorang kolektor batu kalimaya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (7/1).
Nong mengatakan, selama ini batu permata kalimaya asal Kabupaten Lebak memiliki keunggulan dibandingkan dari negara lain di dunia. Selain warna tidak menghilang juga sangat mempesona karena punya aneka warna, seperti hitam, coklat, kuning ungu, biru dengan warna pelangi.
Menurut dia, kalimaya memiliki jenis warna, di antaranya Kalimaya Putih, Kristal Hijau, Kristal Pelangi, Kristal Hijau, Teh dan Kopi, Pelangi, Kristal susu dan lain-lain.
“Semua jenis warna kalimaya memiliki daya tarik tersendiri juga pancaran warna pelangi dapat berubah-ubah. Itulah kelebihan permata asal Lebak,” katanya.
Dia menyebutkan, penghasil batu kalimaya di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Maja, Sajira dan Cimarga karena daerah tersebut terdapat urat tambang kalimaya. Sedangkan, untuk mendapat batu permata tersebut dengan melakukan eksploitasi secara tradisional, yakni menggali lubang ke bawah tanah hingga puluhan meter.
“Jika terdapat batu kalimaya di bawah tanah maka terlihat pancaran sinar,” katanya.
Sementara itu sejumlah pedagang batu kalimaya di Rangkasbitung mengaku saat ini permintaan batu kalimaya cukup tinggi sehingga banyak pengunjung yang datang ke sini bisa transaksi hingga puluhan juta rupiah.
“Kami pernah menjual batu kalimaya yang sudah berkembang warnanya dijual Rp40 juta,” kata Lili, pedagang batu kalimaya di Rangkasbitung.(MI/BEY)

Ada MOCCA di Korea!


Kelompok musik indie asal Bandung yang sudah terkenal di Indonesia ini ternyata juga telah merebut hati publik Korea. Tidak hanya karena sering didapuk untuk menampilkan pertunjukan musik di sana, tetapi juga karena lagu-lagunya dijadikan theme song untuk tiga reality show yang berjudul “We Got Married” produksi MBC, “Star Blind Date”, “Three Color Women”, “She’s O’live”, dijadikan jingle beberapa produk di Korea, dan masih banyak lagi!
Gak percaya? Lihat beberapa video di bawah ini! :)
MOCCA – The Best Thing – untuk TV Ad. LG Whisen Air Conditioner
MOCCA – Do What You Wanna Do – OST Bandhobi
MOCCA – I Remember – untuk TV Ad. maskapai penerbangan ASIANA
MOCCA – Happy – untuk TV Ad. ZIC oil
* * *
Anyway, selamat ya untuk MOCCA! Membanggakan! Semoga makin berjaya :)

Mantap, “Software” Kita Berkelas Dunia!


Mantap, “Software” Kita Berkelas Dunia!
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bidang pendidikan secara global yang terus berkembang, Indonesia mampu ambil bagian untuk menjadi pemain yang mengisi materi atau content teknologi pendidikan. Perusahaan piranti lunak Indonesia PT Pesona Edukasi, yang mengembangkan pembelajaran sains dan Matematika mendapat pengakuan sebagai perusahaan yang juga memiliki daya saing internasional.
Pada malam penganugerahan British Education & Training Technology (BETT) Awards di London, Selasa (12/1/2011) malam waktu setempat, karya anak bangsa yang dikembangkan PT Pesona Edukasi atau di dunia Internasional, yang dikenal sebagai AmazingEdu Software, itu masuk sebagai salah satu dari tujuh finalis dalam kategori Secondary, FE & Skills Digital Content. Meskipun softwareAmazing Physics yang dijagokan Indonesia tidak keluar sebagai pemenang di kategori tersebut, pengakuan itu dinilai sebagai prestasi yang membanggakan.
Pemenang di kategori tersebut adalah Lightbox Education and Parliament’s Education Service. Peranti lunak tersebut mengajarkan generasi muda untuk mengerti parlemen dan demokrasi. Hadir pada malam penghargaan itu Managing Director PT Pesona Edukasi Bambang Juwono, Marketing Director PT Pesona Edukasi Hary Candra, dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia di Inggris TA Fauzi Soelaiman. Hadir juga di acara itu distributor resmi software AmazingEdu dari Singapura dan Belanda.
Ray Barker, Direktur BESA yang juga Ketua Juri BETT Awards 2011, mengatakan penghargaan BETT Awards yang digagas Inggris dan memasuki tahun penyelenggaraan ke-27 ini telah menjadi salah satu pameran dan penghargaan terbesar dunia bagi pemain-pemain di industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan. Perusahaan-perusahaan yang diunggulkan dalam setiap kategori dinilai mampu memenuhi kebutuhan dunia pendidikan untuk meningkatkan proses pembelajaran di sekolah.
Adapun penghargaan BETT Awards meliputi 12 kategori ditambah satu penghargaan untuk tokoh yang berjasa dalam pengembangan TIK pendidikan. Produk yang dinilai bukan yang hanya terkait langsung dengan pembelajaran bagi siswa, tetapi juga teknologi yang membantu peningkatan layanan dan efektivitas manajemen sekolah, kebutuhan belajar anak-anak berkebutuhan khusus, hingga yang mendukung keberpihakan pada lingkungan hidup.
Bambang Juwono mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan software pendidikan yang berdaya saing global.
“Pengakuan sebagai finalis ini bisa jadi langkah awal untuk melihat kesempatan yang bisa diambil Indonesia. Belum banyak perusahaan di Asia yang mengembangkan ini dibandingkan dengan Amerika atau Eropa. Tentu, ini prestasi yang membanggakan sekaligus menantang,” ujar Bambang.
Langkah awal
Selain acara penghargaan BETT Awards juga digelar pameran TIK pendidikan. Sekitar 500 lebih perusahaan TIK bidang pendidikan dari seluruh dunia ambil bagian di pameran tersebut. Selain itu, digelar pula seminar yang memaparkan sekitar 100 topik bahasan yang dapat dihadiri pendidik, pengambil kebijakan, hingga pengusaha-pengusaha.
Ray Baker mengatakan, kreativitas dan inovasi yang dikembangkan lewat pemanfaatan TIK untuk pendidikan kini terus berkembang. Teknologi yang juga telah mempengaruhi perkembangan metode pembelajaran di ruang-ruang kelas tersebut mampu memberi peluang yang menyenangkan bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi budaya dan lingkungan di luar dinding kelas.
Hadirnya teknologi yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di sekolah bukan hanya mengubah cara belajar siswa yang semakin interaktif. Beragam teknologi pembelajaran yang berkembang dewasa ini mampu meningkatkan partisipasi, konsentrasi, dan kegembiraan belajar di semua level pendidikan.
Dunia teknologi informasi dan komunikasi terus berubah. Karena itu, pengguna mulai dari siswa sebagai generasi digital masa kini dan profesional di sekolah perlu keyakinan, bahwa mereka dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran sesuai kebutuhan, benar secara nilai-nilai pendidikan, dan bernilai ekonomi.
Kebutuhan dunia pendidikan pada teknologi yang dapat memacu peningkatan proses pembelajaran dan efisiensi dalam sistem manajemen di sekolah akan menantang perusahaan di industri teknologi pendidikan untuk secara kontinyu berinovasi guna menemukan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Indonesia Sudah Mampu Buat Kapal Perang


Cita-cita Pemerintah Indonesia untuk berdaulat dan mandiri dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan semakin terwujud. Pada akhir November lalu putra-putra terbaik bangsa berhasil membuat Kapal Perang RI Banjarmasin-592.
Kandungan lokal pada KRI jenis landing platform deck (LPD) atau berfungsi untuk memobilisasi pergeseran pasukan ini mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.
“Pelaksanaan pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding,” kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Laksma Iskandar Sitompul.
Dikatakan, kapal yang diserahkan ke jajaran Markas Komando Lintas Laut Militer pada 22 Desember 2010 ini merupakan wujud keberhasilan TNI AL untuk melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.
Kelebihan KRI ini dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya. Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung 3 helikopter, KRI Banjarmasin-592 ini mampu menampung 5 helikopter.
“Tiga helikopter di deck dan dua helikopter di dalam hanggar,” kata Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut Eko Joko Wiyono.
Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak. Kapal ini bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.
Ketika membawa logistik, kapal ini pun dapat menjalankan fungsi patroli di kawasan yang dilintasinya. Awak kapal KRI Banjarmasin, kata Iskandar, juga dipersenjatai demi melindungi diri. “Perwira di kapal ini memang dipersiapkan untuk melakukan fungsi patroli,” kata Iskandar.
Terkait dengan biaya pembuatan, Iskandar mengatakan, KRI Banjarmasin-592, yang diserahkan PT PAL di Surabaya kepada TNI pada November 2010 silam, menelan dana Rp 360 miliar. Anggaran ini diambil dari APBN multiple years selama lima tahun.
Biaya pembuatan ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pemerintah membeli langsung. Namun, biaya yang lebih mahal tersebut disebabkan lama waktu pembuatan kapal selama tiga tahun. Idealnya, kapal sejenis KRI Banjarmasin, yang dibuat pada 2006-2009, dapat dikerjakan selama dua tahun.
Iskandar mengaku optimistis, ke depan, berbekal pengalaman yang ada, putra-putri bangsa dapat membuat KRI sejenis selama dua tahun sehingga biaya dapat ditekan. TNI berharap, ketika putra-putri terbaik bangsa dapat membuat KRI sejenis KRI Banjarmasin-592 selama dua tahun, akan ada negara-negara yang tertarik memesan kapal perang dari Indonesia.
Saat ini KRI Banda Aceh, kapal sejenis KRI Banjarmasin-592, mulai dikerjakan. Diharapkan, kapal tersebut dapat dirampungkan selama dua tahun. “Harapan TNI, ke depan, semoga kapal-kapal yang tidak pure combatant (hanya difungsikan untuk perang) bisa dibuat putra-putra bangsa secara keseluruhan,” kata Iskandar.
KRI Banjarmasin-592 selanjutnya akan berada di bawah koordinasi Markas Komando Lintas Laut Milite

Wow, Karya “Anak Cibinong” Ini Mendunia!


 Lutfi, fotografer amatir asal Cibinong, Jawa Barat, berhasil mengabadikan momen alam yang menakjubkan dengan kameranya. Lantaran itu pula, foto jepretannya menjadi headline dalam rubrik Science and Technology di Dailymail, Kamis (13/1/2011).
Dalam salah satu hasil jepretannya, tampak koloni semut sedang menyerang seekor lalat yang berusaha masuk ke teritorinya. Foto ini menggambarkan perilaku semut yang mati-matian mempertahankan wilayahnya dari “makhluk” asing.
Pada foto lain Andiyan menggambarkan semut kelaparan yang berupaya meraih sepotong brownies cokelat. Semut-semut tersebut tampak membangun formasi, yaitu satu semut berada di bawah, sementara semut lain berada di atasnya. Mereka terlihat tengah menikmati brownies cokelat itu.
Adapun jenis semut yang tampak pada foto-foro Andiyan adalah semut merah atau biasa disebut semut rangrang. Jenis semut ini adalah salah satu yang paling sering ditemukan di taman.
Diketahui, jenis semut merupakan satu di antara 11.000 jenis semut yang ada di dunia. Mereka hidup dalam koloni. Ada yang berperan sebagai pekerja, pejantan, serta menjadi ratu.
Semut ini juga memiliki penyengat. Walau ukurannya kecil, sengatannya bisa terasa menyakitkan.
Andiyan menuturkan, ia memotret semut-semut tersebut di bawah pohon mangga di halaman rumahnya.
“Saya sering melihatnya dan saya pikir mereka luar biasa,” ujarnya.
Tentu, orang terpukau dengan fotonya. Karena dari jepretannya itu, semut-semut merah tersebut tampak mampu bercerita sendiri.
Foto yang dihasilkan Andiyan tergolong dalam fotografi makro, yaitu jenis fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu obyek atau bisa dikatakan fokus terhadap obyek mikro. Fotografi ini sangat berguna untuk ilmu pengetahuan, misalnya dalam identifikasi spesies baru.

Ini Foto Karya Satelit Pertama Buatan RI

Ini Foto Karya Satelit Pertama Buatan RI

Empat tahun lalu, tepatnya pada 10 Januari 2007, satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin diluncurkan ke angkasa dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, India.
Satelit pertama RI itu dinamakan Lapan-Tubsat. Ia berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 centimeter.
Meski kecil, tugas satelit ini tak bisa dianggap remeh. Lapan-Tubsat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.
Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub. Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari.
Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.
Yang membanggakan, hingga saat ini Lapan-Tubsat masih mengorbit. Ini di luar perkiraan. “Ini merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah satelit mikro karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun,” kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Soewarto Hardhienata, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Selasa 18 Januari 2011.
Jika tak ada anomali, Lapan-Tubsat diperkirakan masih terus beroperasi selama beberapa tahun mendatang.
Salah satu prestasi Lapan-Tubsat adalah dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010.
Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.
“Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu ’melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi,” kata Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto.
Ingin tahu seperti apa hasil karya Lapan-Tubsat? Lihat foto di bawah ini:
Erupsi Merapi 05-11-2010 (Lapan-Tubsat)
Erupsi Merapi 05-11-2010
Tangkuban Perahu 28 April 2009 (Lapan-Tubsat)
Sumber: VIVANews

“Laskar Pelangi” Diterjemahkan dalam 18 Bahasa


Novelis Andrea Hirata berbahagia. Pasalnya, tetralogi Laskar Pelangi karyanya sudah diterjemahkan ke dalam 18 bahasa. Bukan cuma itu, permintaan dari penerbit di luar Indonesia untuk menerbitkan tetralogi Laskar Pelangi terus berdatangan.
”Penerbit Editora Sextante Ltd dari Brasil akan menerbitkan tetralogi Laskar Pelangi dalam bahasa Portugis dan Spanyol untuk wilayah Brasil, Cile, dan Argentina,” katanya.
Laskar Pelangi juga menjadi referensi kajian World Literature di beberapa universitas di Filipina. Laskar Pelangi pun menjadi karya terpilih untuk ditampilkan pada festival buku Brazil Bienal do Livro 2011 karena kualitas penulisan dan kisah yang mewakili kultur Indonesia.
”Saya dijadwalkan presentasi pada festival itu, 1 September nanti,” katanya.
Ia baru pindah dari Literary Management Arizona, Amerika Serikat, ke Kathleen Anderson Literary Management New York, yang mewakilinya menerbitkan bukunya untuk edisi internasional. Salah satu proyek awal adalah membahas pembuatan ulang film Laskar Pelangi yang akan dibuat Hollywood.
Andrea pun akan menerbitkan novel baru, Ayah. Novel ini aslinya ditulis dalam bahasa Inggris, judulnya Two Trees. Ia menulisnya selama mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, tahun 2010. 

Tuesday, 12 February 2013

Wow, Siswa SMP Indonesia Ciptakan Jejaring Sosial seperti Facebook


Seorang siswa SMP di Bandung, Jawa Barat berhasil menciptakan jejaring sosial. Bahkan, saat ini karya tersebut telah diakses di 47 negara seluruh dunia.
Pergaulan di dunia maya melalui jejaring sosial saat ini sedang digandrungi masyarakat dari berbagai usia dan kalangan sosial. Hal inilah yang mendasari Muhammad Yahya Harlan, siswa SMP kelas I Sekolah Alam Bandung untuk menciptakan jejaring sosial dengan nama salingsapa.com.
Proses pembuatan jejaring sosial ini hanya satu bulan. Yahya mencoba membuat fitur-fitur menarik untuk melengkapi jejaring sosial karyanya. Berbeda dengan jejaring sosial lainnya, salingsapa.com ditujukan untuk mengajak kebaikan.
Sejak diluncurkan dua minggu lalu, pengguna salingsapa.com sudah mencapai 5500 dan diakses oleh 47 negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Belanda, Norwegia dan Malaysia.
Orang tua Yahya menyebutkan, minat dan bakat bahwa anaknya pada komputer telah terlihat sejak berusia tiga tahun. Karena karyanya ini, Yahya diminta mengisi kuliah umum dihadapan sejumlah dosen dan mahasiswa ITB, Bandung

Menengok Panser Anoa Made in Paris Van Java


Namanya dicomot dari mamalia khas Sulawesi. Tampilannya tidak kalah sangar dengan panser sejenis dari Eropa. Itulah sosok Anoa, panser beroda 6 hasil karya anak bangsa.
Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Departemen Pertahanan dan PT Pindad.
Apa saja kelebihan Anoa? Untuk ukuran panser, Anoa terbilang cukup cepat. Kendaraan tempur (Ranpur) ini mampu melaju hingga kecepatan 90 km per jam.
Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat.
Untuk urusan bodi, Anoa dilapisi lapisan baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.
Suspensi juga terbilang empuk. Independent Modular dan Torsion Bar. Selain itu, sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti jamming melengkapi interior ranpur ini.
Sayangnya, PT Pindad belum sepenuhnya mandiri. Beberapa komponen masih dicomot dari pabrikan Renault di Perancis. Namun bukan mimpi belaka jika ke depannya PT Pindad optimis ke depan seluruh komponen merupakan hasil dalam negeri.
“Untuk mesin, automatic transmision dan suspensi masih dari Renault,” ujar  Dirut PT Pindad Adik A Soedarsono saat jumpa pers usai menyerahkan 20 panser 6×6 kepada Dephan di Kantor PT Pindad, Kiara Condong, Bandung, Jumat (27/2/2009).
Selain mesin,  baja pada 30 panser pertama masih diimpor dari luar. Tetapi selanjutnya PT Krakatau Steel siap memenuhi kebutuhan baja sang Anoa.
Ranpur ini bisa digunakan untuk bermacam fungsi. Mulai dari pembawa pasukan, kendaraan komando hingga rumah sakit berjalan di medan tempur.
Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian  infanteri dan Automotic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.
Departemen Pertahanan telah mengalokasikan dana Rp 1,129 triliun untuk pembelian 154 ranpur Anoa ini. Seluruh produksi diharapkan bisa selesai pada tahun 2009 ini.
Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda Eris Herryanto di PT Pindad menjelaskan karena panser ini merupakan buatan luar negeri, maka dijamin kondisinya cocok untuk medan operasi di tanah air.

Wakamini, Tablet PC Pertama Buatan Indonesia


Wakamini
Zyrex, produsen peralatan komputer lokal Indonesia, menawarkan produk terbaru tablet PC yang diklaim 100% buatan Indonesia yaitu produk komputer tablet Wakamini MP 1291 series Multi Touch dan Wakatobi Mini 963 seharga tiga jutaan saja.
Tidak mau ketinggalan dari Apple yang membuat komputer tablet iPad, produsen komputer lokal Zyrex juga memproduksi komputer sejenis dengan menghadirkan Wakamini MP 1291 series Multi Touch dan Wakatobi Mini 963, di ajang FKI-ICS 2010, Balai Sidang, Jakarta.
Wakamini adalah komputer tablet seratus persen buatan Indonesia dengan harga yang bisa dijangkau siapapun, Rp3.599.000.
Dari sisi layarnya, desain komputer tablet lokal ini tergolong unik yang dapat diputar 180 derajat, berukuran 10 inchi dan memiliki empat varian warna; coklat, merah, hitam dan biru.
Sistem operasinya menggunakkan Windows 7 Home Premium dan Ultimate, dengan layar sentuh.
Wakamini dibekali dengan prosesesor Intel Atom N450 berkecepatan 1,66 Ghz,RAM (Random Access Memory) sebesar 1 GB DDR2, Ruang penyimpanan 250 GB, sedangkan bobotnya 1,35 KG dengan Wifi “4 in 1? card reader dan 1,3 MP Webcam dengan batrai berdaya tahan tiga jam.
Sementara Wakatobi berukuran lebih mungil dan didesain untuk anak-anak, hanya 8,9 inchi. Desain layarnya juga unik, demikian pula harganya yang cukup menarik Rp2,999.000 per unit atau termurah di kelasnya.
Tapi berbeda dari saudaranya, Wakatobi tidak mendukung fitur multi touch.
Prosesor Wakatobi adalah Intel Atom N270 berkecepatan 1,6 Ghz, dengan RAM 1 GB DDR2. Bobotnya hanbya 1,25 kg.
Sumber: ANTARA, Inimu