Thursday, 9 May 2013

Indonesia Mulai Ekspor Roket ke Chile

PT Sari Bahari, sebuah perusahaan alat pertahanan di Malang, Jawa Timur, mengekspor 260 kepala roket latih (smoke warhead) kaliber 70 milimeter (mm) ke Republik Cile di Amerika Selatan. Ini merupakan ekspor pertama pabrik swasta tersebut.

Sebelumnya, seluruh produk roket hanya dijual untuk memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami berhasil menyisihkan 43 negara dalam tender internasional," kata Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, Senin, 25 Maret 2013.

PT Sari Bahari bekerja sama dengan perusahaan Fabricas Maestranzas del Ejercito (FAMAE) Cile. Roket ini akan digunakan untuk latihan perang bagi militer angkatan darat, udara, dan laut. PT Sari Bahari mengantongi izin ekspor dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemenhan) pada 6 Maret 2013.

Ekspor ini, kata Ricky, membuktikan pengakuan produk industri pertahanan Indonesia tak kalah dibanding produk negara lain. Ia berharap ekspor perdana ini memacu semangat perseroan untuk meningkatkan kualitas dan produksi.

Roket ini biasa digunakan para pilot tempur untuk berlatih menembak sasaran sejauh 8 kilometer. Setelah ditembakkan, roket mengeluarkan asap. Sehingga menjadi bahan evaluasi pilot untuk menembak target sasaran tembak. Roket produksi industri pertahanan yang beralamat di Jalan Muharto 125 Malang ini telah diuji dan mendapat sertifikat dari kelaikan dari Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Markas Besar TNI AU. 

Sejak dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), katanya, pertumbuhan industri pertahanan semakin baik. Apalagi, industri pertahanan dalam negeri dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, sehingga industri pertahanan dalam negeri mendapat prioritas utama. Seluruh kebutuhan alat utama sistem pertahanan pun menggunakan produk dalam negeri. 

Sari Bahari juga memproduksi roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) dengan hulu ledak sesuai standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). FFAR diproduksi kerja sama dengan PT Dahana, sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang bahan peledak. "Di sini produksi longsong, pengisian bahan peledak oleh PT Dahana di Subang Jawa Barat," ujarnya.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos M Hutabarat, menyatakan ekspor ini menunjukkan produksi industri pertahanan Indonesia telah diakui dunia. Secara teknologi, katanya, pertahanan nasional tak kalah bersaing dengan negara maju. "Roket produksi PT Sari Bahari lebih unggul dari sisi aerodinamika," katanya.

Selain itu, akurasi tembakan ke sasaran lebih baik. Kemampuan luncuran asap yang dikeluarkan setelah ledakan bertahan sampai dua menit. Sedangkan produk sejenis dari negara lain kurang dari satu menit.

PABRIK KAPAL SELAM INDONESIA 2017


Pabrik kapal selam Inggris
 
Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala. "Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea Selatan benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan. Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan. Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL.
 
"Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung. Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektar inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan.
 
Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman teluk ini mencapai 400 meter. Sangat strategis dan merupakan teluk yang paling dalam diantara teluk yang ada. Tidak hanya kapal perang, kapal induk pun bisa berlabuh disini. Di Singapura, kedalamannya hanya 25 meter, dan tidak bisa dilewati kapal induk.
 
Indonesia setidaknya membutuhkan 12 unit kapal selam untuk mengamankan wilayah maritim dan mencapai kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force /EMF) hingga 2024 untuk memperkuat Indonesia sebagai negara kepulauan.

Thursday, 14 February 2013

Software Pendidikan Indonesia Mendunia!


Peranti lunak atau software pendidikan sains buatan Indonesia yang dikembangkan PT Pesona Edukasi terpilih sebagai finalis di salah satu kategori penghargaan bergengsi dunia untuk produk digital teknologi informasi dan komunikasi bidang pendidikan.Software pendidikan sains Indonesia ini akan bersaing dengan produk negara-negara lain di ajang penghargaan BETT Awards 2011 di London, Inggris, yang diumumkan awal tahun depan.
“Penghargaan BETT Awards ini prestisius di kalangan internasional untuk TIK pendidikan. Software Indonesia bisa terpilih sebagai finalis, itu merupakan pengakuan luar biasa, kita mesti bisa melihat peluang ini untuk mengembangkan developer software pendidikan berkualitas dunia,” kata Bambang Juwono, Managing Director PT Pesona Edukasi, di Jakarta, Kamis (21/10/2010).
PT Pesona Edukasi atau di dunia internasional dikenal sebagai AmazingEdu membuat software animasi untuk pendidikan Fisika dan Matematika yang sesuai kurikulum sejak 1986. Software yang sudah dibuat versi Inggrisnya itu telah diekspor ke-23 negara.
Hary Candra, Marketing Director PT Pesona Edukasi mengatakan, software pendidikan Indonesia tersebut masuk sebagai finalis di kategori Secondary, FE & Skills Digital Content. Produk yang bisa ikut antara lain harus memenuhi syarat sesuai kurikulum, aksesibel, menjadikan belajar efektif, dan inovatif, untuk guru dan siswa.
Pada tahun lalu, di ajang pameran teknologi pendidikan terbesar di dunia itu hadir hampir 30.000 pengunjung. Ada lebih dari 600 perusahaan yang ikut pameran yang berlangsung selama 27 tahun.
Hary mengatakan, sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan software pendidikan berkelas dunia. Software animasi Fisika dan Matematika PT Pesona Edukasi juga ambil bagian untuk bisa masuk dalam proyek Next generation Interactive Textbook (NGIT) Singapura serta masuk lima besar dari 24 perusahaan internasional dalam proyek Edumall Singapura.
Pengembang software Indonesia lainnya, PT Smart Soft Indo International dipercaya menyediakan sistem manajemen sekolah ke NEC Asia di Singapura. Software perusahaan ini dipakai di beberapa SD dan sekolah menengah di Negeri Singa itu.

Wednesday, 13 February 2013

Patut Dicontoh, Siswa SMKN 1 Singosari Mampu Membuat 5 Unit Mobil


Kreativitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Singosari, Malang, patut dicontoh. Di tengah keterbatasan peralatan praktik di laboratorium sekolah, sepuluh siswa kelas 12 SMKN 1 Singosari Program Ototronik (Otomotif dan Elektronik) berhasil menciptakan lima mobil buatan anak negeri.
Karya besar itu terdiri dua jenis, yakni mobil double cabin dan sport utility vehicle (SUV). Dari lima mobil yang diberi merek Esemka, dua varian disebut Rajawali, dan sisanya Digdaya. Karya pertama SMK Singosari, berjuluk Digdaya I jenis double cabin, tongkrongannya mirip Ford 4 x 4. Yang beda, rancangan perdana itu menggunakan roda penggerakan 4 x 2.
Untuk jenis double cabin, saat ini SMK sudah memiliki tiga jenis mobil, yakni Digdaya I, II dan III. Jika Digdaya I merupakan mobil standar off road dan city car. Maka, Digdaya II berwarna merah menyala yang berpenggerak roda 4 x 4. Desain terakhir diluncurkan Digdaya III berwarna putih.
Dari segi pembuatan, Digdaya I menyedot dana Rp 150 juta, Digdaya II dan III Rp 125 juta. Seluruh jenis Digdaya itu jika diproduksi massal bisa dilepas ke pasaran dengan harga Rp 150 juta. Harga itu sudah komplit termasuk segala piranti, mesin yang digunakan juga berkelas General Motors.
Menanggapi itu, Kepala Program Ototronik SMKN 1 Singosari Agung Purnama mengaku sebenarnya pihaknya bercita-cita mobil karya siswanya tersebut dijadikan prototype pengembangan mobil nasional (mobnas) dalam jangka panjang. Namun, ia menyadari banyak jalan terjal yang harus dilewatinya untuk mewujudkan mimpi membanggakan tersebut.
“Untuk mengembangkan mobnas, butuh perjuangan luar biasa sebab setiap komponen yang dibuat dalam negeri harus meminta ijin lisensi kepada pabrik mobil besar di dunia, seperti Toyota, Daihatsu maupun General motor,” ungkapnya.
Akibat harus meminta lisensi dan tes standar uji, sebut Agung, industri mobnas sulit direalisasikan sebab belum ada industri dalam negeri yang bisa menyediakan setiap komponen mobil, baik mesin maupun bodi mobil. Maka itu, ia meminta dukungan pemerintah agar setiap hasil karya anak negeri yang berkelas dunia bisa difasilitasi agar Indonesia bisa berjaya di negeri sendiri.
“Padahal dari segi kualitas dan kreativitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tak kalah dengan negara maju. Saya menyesal kita kalah dengan Malaysia yang punya Proton (mobnas Malaysia),” terang Agung.
Sedangkan, siswa kelas 12 Program Ototronik SMKN 1 Singosari, yang ikut merakit mobil Tomi Lusianto mengaku tak ada hambatan dalam merakit mobil. Ia mengaku cukup mudah terlibat bersama sembilan teman lainnya untuk menyelesaikan pembuatan mobil dalam rentang waktu sebulan.
“Tak ada masalah, sebab sebelumnya kami belajar dari teori dalam kelas dan melihat senior yang lebih dulu pernah merakit mobil. Kami hanya ingin mobil ini bisa dipakai masyarakat sebab itu merupakan kebanggaan tersendiri,” kata Tomi.
Ia berharap agar pemerintah mau berkomitmen untuk memberikan bantuan agar siswa SMKN 1 Singosari bisa memproduksi lebih banyak mobil dalam negeri. “Inginnya seperti itu sebab saya sebentar lagi lulus. Jika ada bantuan pemerintah, saya bisa bekerja merakit mobil sebab saya sudah mulai terbiasa membuatnya bersama teman-teman,” aku Tomi.

Akhirnya, Indonesia Punya Mobil Nasional

Setelah beberapa kali tertunda, PT Inka menegaskan pihaknya siap mengadakan grand launching mobil nasional GEA. Target waktu pun mereka tetapkan yakni bulan Desember atau awal tahun 2011 mendatang dengan banderol harga hanya Rp 40 jutaan saja.
Hal itu diungkapkan oleh Iwan Ridwan yang merupakan marketing PT INKA di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.
“GEA yang akan kita grand launching di Jakarta ini sama dengan GEA versi polisi. Bentuknya sudah kita sempurnakan,” jelasnya.
Mobil model citycar ini memiliki wheelbase 1.965 mm dan tampak lebih lebih manis dibanding model sebelumnya.
Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.
Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.
Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320×1.490×1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.
“Untuk pertama kita akan fokus ke pembeli kelompok seperti instansi dan koperasi,” ujarnya.
Hal itu menurut Iwan dilakukan untuk mempermudah layanan after sales karena untuk membangun dealer dan bengkel resmi dalam waktu dekat ini mereka mengaku belum siap.
“Kalau berkelompok seperti itu kan kita jadi lebih mudah melayani perawatan dan penyediaan spare part karena unitnya berkumpul disatu tempat,” pungkasnya. ( ddn / ddn )

Aku Cinta Sekolah: Jejaring Sosial untuk Pelajar Buatan Lokal


Jejaring sosial selalu diidentikkan dengan Friendster, Facebook, ataupun Twitter. Tapi, ada sebuah situs jejaring sosial lain yang khusus untuk pelajar di Indonesia. Namanyawww.akucintasekolah.com.
Situs itu mungkin kalah pamor dibandingkan jejaring internasional lainnya. Namun, misinya cukup besar. Situs ini berperan sebagai jembatan komunikasi antarpelajar di Tanah Air.
Adalah Agus dan Christian yang menciptakan konsep jejaring aman bagi anak sekolah. Agus merupakan karyawan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hukum sementara Christian sebagai ahli informasi teknologi. Konsepnya memuat data base sekolah di seluruh pelosok negeri.
Pada 2007, mereka kemudian mensurvey langsung kebutuhan pelajar di sekolah seperti mengambil foto, mencatat kegiatan, dan prestasi yang pernah diraih. Tujuannya, agar pelajar dapat mengakses informasi berbagai sekolah.
Sebanyak 14 orang menjaga ketat situs itu. Mereka menyaring setiap data, foto, komentar yang masuk ke data base. Sehingga, situs itu bersih dari berbagai tindak kriminal, unsur pornografi, kekerasan, dan konflik suku agama ras dan antargolongan. Tak hanya itu, tim juga memverifikasi data untuk mencegah pemalsuan anggota.
Konsep situs itu pernah dilirik perusahaan asing. Perusahaan itu bahkan berniat membeli www.akucintasekolah.com. Namun, Agus dan Christian tak tergiur menjualnya ke luar negeri.
Mereka hanya mengoperasikan jejaring itu dengan tenaga terbatas. Biayanya dirogoh dari kocek sendiri. Lantaran itu, keduanya berharap ada perusahaan Indonesia yang dapat membantu pengoperasian situs tersebut.(Dyah Ayu/Donny Yusa/***)

Pesawat CN-235 Buatan Indonesia Diminati Korea Selatan


PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menargetkan penyerahan satu dari empat unit pesawat CN-235/MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan Korea Selatan pada akhir 2010.
“Saat ini ada empat unit CN-235/MPA yang tengah dikerjakan PT DI untuk Korea Selatan. Satu pesawat ditargetkan bisa diserahkan akhir 2010,” kata Manajer Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi kepada ANTARA di Bandung, Jumat.
Juru bicara PTDI itu menyebutkan, keempat pesawat versi patroli maritim tersebut sedang dalam tahap pengerjaan di hanggar produksi perusahaan dirgantara nasional itu.
Keempat pesawat CN-235/MPA dipesan Korea Selatan melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan total senilai Rp94,5 juta dolar AS. Pengerjaan produksi pesawat tersebut ditargetkan tuntas dan diserahkan seluruhnya pada 2012.
“Penyerahan dilakukan secara bertahap, begitu selesai langsung diserahkan ke pihak pemesan,” kata Rokhendi.
Menurut Rokhendi, pesawat MPA terebut dipesan oleh pemerintah Korea Selatan untuk melengkapi polisi maritim negara itu.
Korea selama ini merupakan salah satu negara pengguna pesawat-pesawat buatan PT DI termasuk jenis CN-235, dua diantaranya CN-235 versi VVIP.
Sementara itu CN-235/MPA merupakan versi terbaru dari produksi PT DI dengan spesialisasi patroli maritim. Pesawat tersebut dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi kapal-kapal di perairan.
Selain itu, pesawat CN-235 versi militer tersebut juga bisa dilengkapi dengan persenjataan seperti torpedo anti kapal selam serta persenjataan lainnya.
“Versi MPA saat ini menjadi unggulan dan tren, terutama bagi negara-negara yang memiliki wilayah perairan,” kata Rokhendi.
Selain itu, PT DI juga mendapat pesanan tiga unit CN-235/MPA dari TNI-AL yang ditandai dengan penandatanganan kontrak pada Desember 2009 lalu.
“Penyerahan pesawat pertamanya ditargetkan pada 2011 mendatang. Pengerjaanya dilakukan pada 2010 ini,” kata Rokhendi.
Sementara itu produksi pertama CN-235/MPA telah dimiliki oleh TNI-AU yang diserahkan pada 2008 lalu. Pesawat yang merupakan modivikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan dan bisa difungsikan untuk angkutan personil.
PT DI juga masih mengerjakan tiga unit helikopter Supar Puma pesanan TNI AU. Heli Super Puma merupakan salah satu helikopter yang diproduksi PT DI.
“Produksi heli PT DI saat ini Super Puma dan N-Bell, sedangkan helikopter NBO-105 tidak diproduksi lagi karena lisensinya dengan Messoshmit Bolkow Blohm (MBB) sudah habis,” kata juru bicara PTDI itu menambahkan. (ant

Love Indonesia: Aplikasi Pemenang Tantangan BlackBerry


Satu lagi aplikasi buatan Indonesia berprestasi di kancah internasional. Love Indonesia dinyatakan sebagai pemenang tantangan Super Apps dari Research In Motion untuk wilayah Asia Pasifik.
Ini menempatkan Love Indonesia sejajar dengan aplikasi lain seperti Poynt, Vlingo Plus – Voice App dan UbiNav EU. Ketiga aplikasi itu juga merupakan juara ‘Super Apps’ di masing-masing wilayah.
Para pemenang akan mendapatkan paket bernilai lebih dari USD 85 ribu (sekitar Rp 758 juta). Ini termasuk keanggotaan khusus di BlackBerry Alliance Program.
Love Indonesia merupakan aplikasi yang menampilkan informasi, panduan, review dan promo serta diskon di Indonesia. Informasi yang didapatkan bisa mencakup restoran, hotel, belanja, film dan lainnya.
Pynt adalah pemenang untuk wilayah Amerika Utara. Aplikasi ini juga digunakan untuk mencari informasi di wilayah tertentu, seperti restoran, film hingga harga bensin di AS.
Vlingo Plus – Voice App, pemenang untuk wilayah Amerika Latin, merupakan aplikasi jejaring sosial dengan kemampuan berbicara. Ubinav EU, untuk wilayah Eropa – Timur Tengah – Afrika, merupakan aplikasi peta dan navigasi berbasis GPS.
“Selamat kepada para pemenang yang berhasil memboyong penghargaan tertinggi di masing-masing wilayah tahun ini,” kata Kevin Talbot, Co-managing Partner di BlackBerry Partners Fund.
Sumber: detikInet

Mobil Balap Listrik Karya Anak Bangsa


Kontes modifikasi adalah salah satu tolak ukur kreatifitas anak bangsa. Dan itu nampaknya benar-benar terjadi di ajang Autoblackthrough 2010 yang baru saja berakhir.
Di salah satu kontes modifikasi terbesar di Indonesia ini kreatifitas pecinta modifikasi benar-benar terlihat. Apalagi kalau kita melihat mobil bernama Aballs yang menjadi pemenang kontes modifikasi ini.
Dari segi tampilan mobil ini tampak menarik dengan memadukan nuansa futuristik dengan semangat racing dalam balutan tubuh yang terbuat dari carbon ini. Tidak hanya dari segi tampilan, teknologi yang diusung mobil ini pun sudah sedemikian maju.
Sebab dapur pacu mobil ini sudah memanfaatkan tenaga listrik untuk menggerakkan seluruh rodanya. Motor listrik tipe 3-Phase AC Induction Motor mampu memuntahkan tenaga hingga 52 hp dengan torsi maksimum mencapai 156 Nm. Sementara motor listrik lain yang diaplikasi di mobil ini mampu menyumbangkan tenaga hingga 60 hp.
Motor listrik yang digendong Aballs itu mendapat suplai tenaga dari baterai lithium ion yang kemudian dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan.
Dan hebatnya lagi, dapur pacu mobil listrik ini ternyata adalah buatan anak bangsa. Perusahaan audio Alphine sengaja bekerja sama dengan LIPI untuk mengembangkannya.
Sementara untuk tubuh sporty yang berdimensi 390,5x260x96,83 cm yang dimilikinya terlihat menyegarkan dengan lekuk tubuh layaknya mobil balap dari masa depan yang menutupi sasis yang juga dibuat sendiri.
Seluruh tubuh Aballs dibuat secara custom oleh rumah modifikasi Signal. Berbagai bagian luar mobil mulai dari front difusser, sideskrit, open cockpit cover hingga pernik kecil seperti kaca spion pun dibuat khusus dengan bahan carbon.
Sedangkan untuk bagian kokpitnya, mobil yang hanya mampu menampung satu orang pengendara ini juga tidak kalah menawan dengan gaya balap masa depan.
Menaiki mobil ini pengendara tidak akan merasa ada di jaman sekarang. Karena dengan roda kemudi berbentuk unik dan deretan LCD serta speaker yang mengelilingi jok pengendara, nuansa futuristik sangat kental terasa.
Di bagian kaki-kaki Aballs tampil dengan carbon front wishbone, carbon pyramid shape control arms 45 degree dan carbon double adjustable coil overshock absorbers di kaki bagian depan.
Di kaki bagian belakang hadir multilink independent suspension dan custom short stroke coil cover yang menyangga roda super lebar di bagian belakang.
Dengan itu semua, tidak salah bila mobil yang dibuat oleh perusahaan audio Alphine ini memenangi kontes modifikasi bergengsi sekelas Autoblackthrough mengalahkan rumah modifikasi hingga anak-anak klub yang menebar ancaman lewat 140an mobil modifikasi yang ikut 

Remaja Indonesia Tembus Bursa Musik Hollywood



Tak ada mimpi yang mustahil jika kita mau berusaha. Itulah sepenggal kalimat yang senantiasa dipercaya oleh Meeghan Henry Tirtasaputra dalam upayanya menjadi entertainer di industri hiburan. Alhasil, remaja asal Indonesia itu belum lama ini menembus bursa musik di Hollywood, Amerika Serikat.
Meskipun penjualan album Meeghan hanya lewat iTunes dan menggandeng label independen Wright Records Inc., namun singledebutnya yang berjudul When I`m 18 yang merupakan lagu ciptaannya sendiri mendapatkan perhatian di Hollywood. Dengan video klip debut singel-nya itu, Meeghan dinominasikan untuk meraih penghargaan di Hollywood Music Media Awards dalam kategori The Best Music Video 2010.
Beberapa lagu dalam debut albumnya: I Wanna Say Yes, Make You Mine, dan In the Moment. Lagu-lagu tersebut bernuansa hasrat anak muda. Dari total 12 di album itu, 10 tembangnya diciptakan sendiri. Inspirasi Meeghan berasal dari lingkungan sekitar, serta pengalaman pribadinya.
Penghargaan yang diraih Meeghan antara lain Hawaiian Tropic Best Child Model, Academic Achievement Awards on Elementary Graduation, dan Teen Talent Show Winner. Tak hanya memiliki karier di dunia musik, Remaja kelahiran Jakarta, 7 Januari 1995 itu, juga pernah menjajal dunia layar kaca dengan membintangi beberapa film independen serta tampil dalam beberapa iklan.(ASW/ANS)
Sumber: Liputan6